Selasa, 12 Agustus 2014

Gunakan Antibiotik Dengan Rasional


gunakan antibiotik dengan rasional


Mudahnya mendapatkan obat obatan yang seharusnya hanya dapat didapatkan dengan resep dokter telah membawa dampak yang cukup tidak mengenakan untuk masyarakat indonesia. Masayarakat kita kebanyakan menganggap bahwa ke dokter itu tidak penting selama mereka sudah tahu obat apa yang harus diminum bila merasakan gejala tertentu. Dan hanya mengunjungi kedokter bila sudah parah.

Memang dalam pengobatan, beberapa jenis obat bisa langsung meredakan keluhan. Obat obat seperti ini dikelompokan dalam obat obat simptopmatik, atau pengobatan yang hanya menghilangkan gejala. Obat obatan seperti ini tidak menyembuhkan penyakit. 

Misalnya seorang anak yang dabanya panas karena sakit tenggorokan. Panas badan dapat di hilangkan dengan obat obat penurun panas di yang dapat di beli bebas di apotek maupun di warung, setelah minum obat tersebut, panas akan turun, namun apakah sakitnya sembuh? Tidak. Proses penyakit tetap berjalan, hanya sudah tidak demam saja.

Pada saat itulah seorang dokter diminta untuk menggunakan ilmu yang sudah dipelajarinya bertahun tahun untuk menentukan apakah si anak memerlukan antibiotic atau tidak. Dan pengobatan dengan antibiotic pun harus mengikuti beberapa kaidah yang harus diikuti. 

Salah satu kaidah yang harus diikuti adalah minum sampai habis. Karena bila antibiotic diminum tapi tidak sampai kuman mati, kuman dapat mempelajari antibiotic tersebut dan akhirnya mereka akan kebal dengan antibiotic tersebut. atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan resistensi. 

Hal ini semakin sering terjaadi karena banyak orang yang langsung meminum antibiotic tanpa berkonsultasi dengan seorang dokter. Akhirnya bisa saja antibiotic tidak tepat, dosis kurang atau hal hal lain yang menyebabkan kuman menjadi resisten dan akhirnya bila suatu saat nanti pasien mengalami penyakit yang memang memerlukan antibiotic, antibiotic yang harus diberikan sudah resisten dan tidak dapat membunuh kuman yang seharusnya dapat dibunuh .

Jadi demi kebaikan kita semua, mari berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan antibiotic dan mengikuti informasi dan ajuran yang diberikan oleh dokter tersebut.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar