Mudahnya mendapatkan obat obatan yang seharusnya hanya dapat didapatkan
dengan resep dokter telah membawa dampak yang cukup tidak mengenakan untuk
masyarakat indonesia. Masayarakat kita kebanyakan menganggap bahwa ke dokter
itu tidak penting selama mereka sudah tahu obat apa yang harus diminum bila
merasakan gejala tertentu. Dan hanya mengunjungi kedokter bila sudah parah.
Memang dalam pengobatan, beberapa jenis obat bisa langsung meredakan
keluhan. Obat obat seperti ini dikelompokan dalam obat obat simptopmatik, atau
pengobatan yang hanya menghilangkan gejala. Obat obatan seperti ini tidak
menyembuhkan penyakit.
Misalnya seorang anak yang dabanya panas karena sakit tenggorokan. Panas
badan dapat di hilangkan dengan obat obat penurun panas di yang dapat di beli
bebas di apotek maupun di warung, setelah minum obat tersebut, panas akan
turun, namun apakah sakitnya sembuh? Tidak. Proses penyakit tetap berjalan,
hanya sudah tidak demam saja.
Pada saat itulah seorang dokter diminta untuk menggunakan ilmu yang
sudah dipelajarinya bertahun tahun untuk menentukan apakah si anak memerlukan
antibiotic atau tidak. Dan pengobatan dengan antibiotic pun harus mengikuti
beberapa kaidah yang harus diikuti.
Salah satu kaidah yang harus diikuti adalah minum sampai habis. Karena
bila antibiotic diminum tapi tidak sampai kuman mati, kuman dapat mempelajari
antibiotic tersebut dan akhirnya mereka akan kebal dengan antibiotic tersebut.
atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan resistensi.
Hal ini semakin sering terjaadi karena banyak orang yang langsung
meminum antibiotic tanpa berkonsultasi dengan seorang dokter. Akhirnya bisa
saja antibiotic tidak tepat, dosis kurang atau hal hal lain yang menyebabkan
kuman menjadi resisten dan akhirnya bila suatu saat nanti pasien mengalami
penyakit yang memang memerlukan antibiotic, antibiotic yang harus diberikan
sudah resisten dan tidak dapat membunuh kuman yang seharusnya dapat dibunuh .
Jadi demi kebaikan kita semua, mari berkonsultasi dengan dokter sebelum
menggunakan antibiotic dan mengikuti informasi dan ajuran yang diberikan oleh
dokter tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar