Keracunan kehamilan atau bahasa kerenya eklampsi adalah salah satu dari empat penyebab kematian paling sering terjadi pada ibu. Karena itu bagi anda para wanita yang merupakan seorang ibu atau calon ibu, dan anda para pria, suami atau calon suami, wajib mengetahui tentang hal ini.
Eklampsia diambil dari
bahasa latin yang berarti halilintar. Dikatakan sebagai halilintar karena
menyerang dengan cepat dan mematikan. Ibu hamil yang menderita eklampsia dapat
kejang dan koma dan tiba tiba meninggal.
Kedengaran sangat
meneyeramkan bukan? Namun jangan takut, penyakit ini memberikan peringatan
sebelum terjadi. Peringatan tersebut disebut dengan pre-eklampsia. Pre eklamsia
adalah suatu kondisi dimana pada seorang ibu hamil dengan usia kehamilan lebih
dari dua puluh minggu ditemukan tiga kondisi, yaitu tekanan darah tinggi,
bengkak pada kaki dan ditemukannya protein pada air kencing saat dilakukan
pemeriksaan laboratorium.
Terdapat beberapa
faktor risiko dari pre eklamsia, misalnya riwayat pre-eklamsia/eklamsia pada
kehamilan sebelumnya, riwayat penyakit sistemik seperti kencing manis dan
tekanan darah tinggi, riwayat keluarga dengan eklamsia dan pre eklamsia,
kehamilan pertama dan kehamilan kembar.
Apabila anda atau
istri anda yang hamil memiliki faktor risiko seperti yang saya sebtukan diatas,
saya sarankan untuk periksa rutin ke dokter. Sang dokter akan memberikan
penanganan penanagan agar mencegah terjadinya eklamsia. biasanya penanganan
yang diberikan adalah pemberian infuse obat anti kejang dan pemantauan tanda
tanda vital ibu dan janin.
Apabila dalam kondisi
pre-eklamsia didapatkan tanda tanda perburukan kondisi ibu dan janin, dokter
dapat dengan cepat mengambil tindakan yang tepat, misalnya operasi cesar.
Karena ini adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh “keracunan kehamilan”
maka setelah dilakukan operasi, biasanya kondisi dari ibu tersebut akan membaik.
Begitu
juga dengan janin, bila dilakukan penanganan dengan cepat tentu kondisi nya
akan lebih baik. Jadi bagi anda calon ibu yang sedang atau akan hamil, saya
tekankan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan untuk
mengetahui dan memonitor kondisi kehamilan dan janin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar